Detail Koleksi Buku
Sinopsis & Deskripsi
Desa tanpa Suara Azan by Ayuni Trisnawati
169 halaman
14x20 cm
Free sovenir
___
"Jadilah menantu yang penurut, maka kamu akan selamat." Menik, mertua Gita, berucap datar.
"K-kenapa?" Dengan sisa keberaniannya, Gita berusaha bertanya. Tubuh wanita itu bergetar hebat, tidak pernah satu kali pun ia merasakan sensasi ketakutan sebesar ini sebelumnya.
Sosok Menik terdiam, ia berbalik dan menatap Gita tajam. Tangannya terulur, kemudian melakukan beberapa gerak tarian yang aneh.
Melihat itu, tubuh Gita seolah membeku. Herannya, ia seolah lupa dengan semua doa ataupun ayat suci yang sudah ia pelajari sejak kecil. Otak Gita mendadak kosong, ia tidak ingat apa pun selain rasa takutnya.
Kepala Menik bergerak-gerak, kemudian menatap liar dengan senyumannya yang sukses membuat bulu kuduk Gita meremang. Ia berjinjit, menghampiri Gita. Wanita itu mendekatkan kepalanya yang tampak kaku, tetapi mampu bergerak luwes ke kanan dan ke kiri. Embusan napasnya terasa dingin menerpa telinga Gita.
"Kamu ... sudah dipilih, Nduk. Menjadi, penggantiku."